Parkiran Perumahan Ruby Summarecon Masih Gunakan Pembayaran Manual. Kok Bisa?

Oplus_131072

Bandung, LENSAJABAR.COM – Parkiran blok Ruby Summarecon Bandung diduga tak punya modal dalam penerapannya, pasalnya parkiran tersebut tidak memberikan struk secara otomatis saat melakukan transaksi pembayaran tunai ataupun barcode Qris.

Pihak parkir mengatakan, untuk saat ini pihaknya belum ada struk bukti parkir secara otomatis, masih manual tulis tangan.

“Struknya tulis tangan nanti di kasih, karena diminta nanti di buatkan, 5 menitpun sudah harus bayar,” ucap petugas parkir.

Salah satu pengurus juga mengungkapkan, saat ini masih trail dan pihaknya belum sediakan struk otomatis, tapi bayar memakai Qris.

“Kan sudah jelas ada bukti transaksi, saya juga mantan PR, sebutnya sambil berlalu pergi,” tandasnya.

Sangat disayangkan, perumahan elite sekelas Summarecon Bandung yang begitu megah, dalam penerapan parkir berbayar tidak profesional, sehingga harus dikeluhkan konsumen untuk sekedar meminta struk pembayaran dengan simbol oret-oretan.

Sangat disayangkan Adi selaku humas Summarecon saat di konfirmasi via WhatsApp, memilih diam dan bungkam tanpa jawaban.

Diduga parkiran blok Ruby Summarecon hanya mengambil keuntungan saja dari pengunjung yang masuk sekedar lihat-lihat dan lewat masuk. Meski tulisannya motor Rp 2000/jam, faktanya baru beberapa menit harus bayar. Lalu bagaimana dengan penerapan distribusi dan pajaknya secara profesional untuk kota Bandung sendiri dan legalitas penerapan perparkirannya. (Red)

Pos terkait