Kab.Bandung, LENSAJABAR.COM – Proyek pengecoran jalan kabupaten di ruas Jalan kampung Lemah Nenet Rw 10 Desa Neglasari.kecamatan Ibun kabupaten Bandung menuai kritik tajam dari warga setempat. Warga menilai hasil betonisasi tersebut jauh dari kata memuaskan karena kualitasnya yang dinilai buruk dan dinilai asal-asalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, permukaan semen hasil coran baru tersebut tampak memudar, mengelupas, dan hancur menyerupai debu saat dilintasi kendaraan. Kondisi ini memicu polusi udara yang pekat sekaligus membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Baru beberapa hari selesai dicor, tapi permukaannya sudah hancur jadi debu. Kalau kering, debunya pekat sekali sampai mengganggu jarak pandang. Banyak pengendara motor yang slip dan terjatuh di sini akibat lapisan atas coran yang hancur itu,” ujar salah seorang warga setempat, Selasa (29/9/2026).
Menanggapi keluhan warga dan adanya korban yang celaka, pihak kontraktor dilaporkan langsung melakukan tindakan darurat pada malam harinya. Secara tergesa-gesa, petugas di lapangan langsung melapisi permukaan coran yang rusak tersebut menggunakan aspal.
Langkah respons cepat di malam hari itu diduga sengaja dilakukan untuk menutupi cacat produksi semen cor yang diduga bermutu rendah agar tidak terlalu kentara.
“Malam-malam langsung disiram aspal hotmix. Sepertinya untuk menutupi semennya yang keropos dan berdebu itu. Kalau kualitas corannya bagus dari awal, tidak mungkin langsung dilapisi aspal seperti ini,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten setempat untuk segera turun ke lapangan guna mengecek kelayakan spesifikasi proyek tersebut dan meminta pertanggungjawaban dari pihak pengembang atau kontraktor.






