Miris, Bangkai Bus Mangkrak di Halaman Kantor Dishub Gedebage Kota Bandung

Oplus_131072

Bandung, LENSAJABAR.COM – Bangkai mobil bus yang terparkir di halaman utama Dishub Gedebage Rancabolang berjejer layaknya museum. Fenomena nyata ini memberikan kesan bahwa pemerintahan Kota Bandung tak mampu menjaga dan merawat kendaraan fasilitas publik secara maksimal agar mampu bertahan dan berfungsi beroperasi secara baik untuk memberikan pelayanan publik bagi warganya.

Ketika memasuki gerbang utama Dishub Gedebage Kota Bandung terlihat banyak barisan bus TMB dan Bus Sekolah yang menjadi bangkai tak terpakai parkir diam tanpa suara mesin dengan selimut debu tebal dan sampah daun yang berserakan menempel pada kaca dan bodi kendaraan. Dugaan bus tersebut mangkrak jadi bangkai sudah tahunan, sehingga tidak ada kata lain selain menunggu persiapan lelang.

Ketika kata lelang terungkap, maka bus tersebut dinilai sebagai barang rongsokan yang tak berharga menyebabkan kerugian anggaran yang cukup besar. Bus terbengkalai bukan tanpa sebab, karena faktanya banyak kendaraan tua berlalu lalang di jalan berfungsi dengan baik karena dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Fakta nyata ini memberikan gambaran bahwa Pemkot Bandung gagal dalam merawat kendaraan yang menjadi armada warganya.

Ketika ditanya pihak Dishub, Kabid Transportasi yang sekarang berubah menjadi Kabid Angkutan tidak banyak memberikan informasi atau keterangan secara gamblang, melainkan hanya menjawab, itu bukan kewenangannya

“Itu sudah wewenang saya, karena sudah bukan dan berbeda, harusnya tanya pak Kadis terkait atau bidangnya,” ucap Kabid Transportasi, Asep Kurnia saat di ruangannya, Jum’at (02/10/2026).

Sementara, Rasdian Kadishub Kota Bandung juga diam seribu bahasa tanpa kata dan penjelasan ketika ditanya perihal tersebut melalui pesan singkat Whatsapp. Ini membuktikan bahwa sosok pejabat Dinas Kota Bandung mungkin tak lagi respect dan penting memberikan penjelasan meski hanya secuil.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak terkait masih belum mampu memberikan keterangan atau petunjuk, mengapa puluhan bus menjadi bangkai dan tak berharga yang menjadi kerugian besar bagi pemerintahan Kota Bandung, atau merasa Kota Bandung memiliki anggaran banyak sehingga mampu membeli puluhan unit kendaraan baru kembali. Tanpa mengkaji penghematan anggaran untuk prioritas yang lain. (Red)

Pos terkait