Ini Penampakan Tol Becakayu seksi 2A Ujung karya dari Waskita Karya

oleh

JAKARTA, LENSAJABAR.COM – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah menyelesaikan pekerjaan erection Steel Box Arch (SBArch) girder pada proyek Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 2A Ujung.

Project Manager Proyek Jalan Tol Becakayu Seksi 2A Ujung Assad Idea Permana menjelaskan, erection girder yang telah dilakukan menggunakan Crawler Crane berkapasitas 800 T ini memiliki total bentang sepanjang 212,6 meter dan berjumlah 36 batang girder. Pekerjaan erection ini terdiri atas 3 fase.

Girder fase 1 sepanjang 80,05 meter dimulai pada 18-30 Desember 2020, girder fase 2 sepanjang 57,5 meter pada 30 Oktober-18 November 2021, dan girder fase 3 sepanjang 75,05 meter pada 5-18 Oktober 2021.

Pelaksanaan pekerjaan erection girder tersebut berada di jantung kota Bekasi, tepatnya di atas ruas Jalan Ahmad Yani. Adapun, Steel Box Arch (SBArch) merupakan gelagar lengkung komposit struktur baja dan beton untuk jembatan bentang panjang. Teknologi bantalan jembatan girder SBArch Ahmad Yani akan menggunakan tipe Friction Pendulum Bearing.

“Pekerjaan erection SBArch girder ini merupakan tonggak penting yang menandai kemajuan dalam pengerjaan proyek Jalan Tol Becakayu sepanjang 16,02 km yang menghubungkan kota Bekasi, Cawang, dan Kampung Melayu,” ujar Assad dalam keterangan tertulis, Rabu (24/11/2021) malam.

Jalan Tol Becakayu seksi 2A-2A Ujung yang saat ini tengah dibangun oleh Waskita menggunakan struktur elevated memiliki panjang 4,88 km dan saat ini progresnya telah mencapai 83,6%. Bagian ini akan melengkapi keberadaan Jalan Tol Becakayu Seksi 1 BC sepanjang 8,4 km yang telah diresmikan pada 3 November 2017.

Sementara, SVP Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum mengatakan, keseluruhan seksi Jalan Tol Becakayu yang dibangun untuk mengurai kemacetan di Kalimalang dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek ini diharapkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022.

“Juga dapat menjadi alternatif pengguna jalan tol khususnya dari Bekasi menuju Tanjung Priok dan sekitarnya dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat,” tutup Ratna. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *