Dua Aktivis Sumsel Desak Pemerintah Berlakukan PSBB Dan Tutup Semua Akses Jalan Masuk

oleh

PALEMBANG, LENSAJABAR.COM –  Merabaknya kondisi pandemi Covid 19 di Indonesia saat ini membuat Aktivis Sumatera Selatan (Sumsel) mendesak Pemerintah supaya segera memberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) untuk daerah Sumsel khususnya Kota Palembang.

Per tanggal (18/04/2020) hari ini di Sumsel sudah bertambah lagi kasus baru yang terpapar virus Covid 19 dari 54 orang menjadi 84 orang positif.

“Sampai detik ini kami belum melihat adanya tindakan nyata dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kota dalam hal ini untuk melindungi masyarakat Sumsel khususnya warga kota Palembang agar terhindar dari virus Covid 19 tersebut,” kata Charma Aprianto, SE selaku Aktivis Sumsel dan Ketua umum DPW PPMI Sumsel saat diwawancarai via telpon, Sabtu (18/04/2020).

Dikatakan Charma, Untuk itu ia bersama rekan sesama aktivis Arifin Kelender meminta agar pemerintah provinsi Sumsel dan pemerintah kota Palembang untuk segera melakukan karantina wilayah dan secepat mungkin untuk melakukan PSBB serta menutup seluruh akses masuk ke sumsel khususnya kota Palembang.

“Karena kalau tidak segera dilakukan tindakan ini maka akan di prediksi dan diasumsikan jika satu orang saja membawa 420 penyakit menurut riset di kemenentrian kesehatan artinya kalau sampai sekarang ini bisa ribuan orang terpapar virus Covid 19 dalam waktu seminggu kedepan,” jelasnya.

Sementara itu Arifin Kelender selaku aktivis Sumsel dan Ketua Masyarakat Miskin Kota Palembang mengatakan, maka untuk itu kami masyarakat Sumsel khususnya kota Palembang tidak mau terganggu dengan adanya kondisi gawat seperti ini, jadi saya dan rekan saya selaku aktivis Sumsel mendesak agar Pemprov dan pemkot untuk segera membuat status PSBB di Sumsel khususnya di kota Palembang.

“Jika kalau pemerintah cepat bertindak semakin cepat semakin bagus agar masyarakat Sumsel tidak ada lagi yang tertular dan tidak bertambah lagi kasus-kasus baru Covid 19,” tutupnya. (Rezaf).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *