Warga Alami Kesulitan Akibat Banjir Di Kawasan Gedebage, Pemerintah Setempat Malah Gelar Gedebage Idol

Oplus_131072

Bandung, LENSAJABAR.COM – Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kota Bandung akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Genangan air turut merendam kawasan permukiman di Kecamatan Gedebage, termasuk sejumlah ruas jalan utama, Kamis (11/12/2025).

Sejumlah warga Gedebage mengeluhkan banjir yang tak kunjung surut, ditambah persoalan sampah yang ikut terbawa arus dan menumpuk di berbagai titik. Kondisi tersebut menjadi masalah musiman yang hampir selalu terjadi saat memasuki musim penghujan.

Memasuki penghujung tahun 2025, kawasan Gedebage yang dikenal sebagai bagian dari Cekungan Bandung kembali dilanda banjir. Sejumlah permukiman warga pun dipastikan mengalami genangan air dengan ketinggian bervariasi.

RK salah seorang warga RW 03 Rancabolang, mengungkapkan keluhannya, setiap musim hujan pasti daerahnya banjir. Sampai sekarang belum ada solusinya.

“Pemerintah setempat bukan memberi solusi, malah mengadakan acara Gedebage Idol. Masyarakat lagi kesusahan, tapi tetap ada acara,” ujarnya yang enggan disebutkan nama lengkapnya.

Keluhan serupa disampaikan A, warga Rancanumpang. Ia mengaku kesulitan beraktivitas karena banjir di sekitar area Dinas Perhubungan (Dishub) tak juga surut.

“Banjir sudah berhari-hari. Saya lewat jalur dekat Dishub tidak bisa karena air tinggi,” ucapnya.

A menambahkan, banjirnya hampir setinggi motor. Dihalaman Dishub seperti waterboom. Pemerintah bukannya memberi solusi, malah mengadakan acara Gedebage Idol, seolah tidak berpihak pada masyarakat.

Sementara itu, Camat Gedebage, Gede Jaenudin, A.P., M.Si., tercatat sebagai salah satu camat berprestasi di Kota Bandung. Namun, warga menilai perhatian pemerintah kecamatan terhadap penanganan banjir dan persoalan sampah masih kurang maksimal. Mereka menilai penyelenggaraan kegiatan hiburan seperti Pentas Gedebage Idol berlangsung disaat warga justru sedang mengalami kesulitan akibat banjir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kecamatan belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan banjir maupun respons atas keluhan warga. (Red)

Pos terkait