Shalat Idul Adha Berjamaah, Warga Kecamatan Sanga Desa Tetap Jaga Jarak dan Pakai Masker

oleh

MUBA,LENSAJABAR.COM – Hari Raya Idul Adha adalah hari dimana setiap umat manusia menjadikan momen ini sebagai bentuk mensucikan diri sekaligus kesempatan untuk saling memaafkan terhadap sesama, terkhususnya umat Muslim yang ada di seluruh dunia.

Saat ini tahun islam telah memasuki tahun 1441 Hijriah, Idul Adha sendiri biasanya dimanfaatkan oleh Umat Muslim untuk melaksanakan ibadah haji maupun Umroh. Namun, ada yang berbeda kali ini, Hari Raya Idul Adha yang biasanya dirayakan dengan berkumpul ramai-ramai, kini harus dibatasi dikarenakan masa Pandemi Covid-19.

Masa Pandemi Covid-19 yang saat ini masih mewabah, mengharuskan Masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Hal ini memang sangat dirasakan oleh Masyarakat, akan tetapi tidak mengurangi makna beribadah.

Hari Raya Idul Adha selain identik dengan Hari dimana Umat Muslim melaksanakan Ibadah Haji, juga identik dengan Pemotongan Hewan Qurban dimana Umat Muslim yang ada melaksanakan Qurban, sebagaimana telah diturunkan oleh Allah SWT melalui firman-Nya. Perintah tersebut telah disampaikan dalam beberapa ayat Alquran yang diturunkan dalam surat yang berbeda-beda.

Salah satu ayat yang menyampaikan pesan kepada umat Islam untuk berkurban adalah dalam surat Al-Kautsar ayat 2, “Maka dirikanlah salat karena Rabbmu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah”. (Al-Kautsar: 2).

Sementara dalam surat Al-Maidah dalam ayat 27, Allah menurunkan wahyu tentang kurban yang dilakukan putra Adam, Qabil dan Habil.

“ Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, ‘Sungguh, aku pasti membunuhmu!’ Dia (Habil) berkata, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa” (Al-Maidah: 27).

Jadi sudah jelas bahwa Hari Raya Idul Adha adalah momentum yang sangat baik bagi Umat Muslim untuk saling berbagi, saling memberi dan saling memaafkan, meskipun dalam keadaan Masa Pandemi Covid-19 masih mewabah.

Hal senada ini dilaksanakan oleh Pemerintah kecamatan Sanga Desa kabupaten Musi Banyuasin yang dalam hal ini masyarakatnya melangsungkan Shalat Idul Adha dalam keadaan Covid-19. Meskipun demikian Masyarakat kecamatan Sanga Desa tetap mematuhi Protokol Kesehatan yang telah ditetapkan.

Masyarakat yang melaksanakan Shalat Idul Adha harus menjaga Jarak, Memakai Masker, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan agar mata rantai penyebaran Covid-19 dapat terputuskan. Selain itu juga, dalam pemotongan Hewan Qurban masyarakat tidak diperbolehkan berkumpul dalam keramaian untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Camat Sanga Desa Hendrik SH MSi yang menerangkan, pihak kecamatan Sanga Desa sendiri telah melakukan himbauan kepada masyarakat agar baik melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha maupun Pemotongan Hewan Qurban agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan.

” Kami pemerintah kecamatan Sanga Desa, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H. Dan kami telah menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan baik saat melaksanakan Shalat Idul Adha maupun saat melaksanakan Pemotongan Hewan Qurban, sesuai apa yang disampaikan oleh Bapak Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin,” ujar Hendrik, Jumat (31/7/2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *