LSM Penjara : Polres Bogor Harus Usut Hingga Tuntas Kasus Pengeroyokan Wartawan

oleh
LSM Penjara : Polres Bogor Harus Usut Hingga Tuntas Kasus Pengeroyokan Wartawan

BOGOR, LENSAJABAR.COM – Ketua DPC Bogor LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara), Bambang mendesak penyidik Polres Bogor segara menangkap dan memproses sejumlah oknum preman yang diduga melakukan kekerasan kepada salah seorang wartawan saat menggelar aksi damai terkait ucapan Bupati Bogor Ade Yasin soal adanya wartawan bodrek atau bodong yang dinilai melecehkan profesi jurnalis dan tidak semestinya diucapkan seorang kepala daerah.

“Kami mendukung penyidik Polres Bogor dalam menangani kasus ini berdasarkan laporan nomor : STBL/B/VI/2021/JBR/RES.BGR dan mendesak pelaku segera ditangkap untuk diproses hukum,” ujarnya, Sabtu (24/07).

Ia juga menyayangkan terjadinya aksi pemukulan terhadap para peserta aksi damai. Menurutnya, setiap warga negara dilindungi Undang-Undang dalam menyampaikan pendapat dimuka umum. Karena itu, para oknum pelaku pemukulan harus diproses hukum.

“Menyampaikan pendapat dimuka umum adalah hak setiap warga negara, kenapa sampai ada pemukulan terhadap peserta aksi damai. Jadi penyidik Polres Bogor harus menangani kasus ini sampai tuntas,” imbuhnya.

Bambang juga menegaskan, dirinya selaku Ketua DPC Bogor LSM Penjara akan mengawal kasus ini sampai para pelaku diberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku. Tak hanya itu, pihaknya pun akan meminta Jajaran Kepolisian Polda Jabar dan Mabes Polri turun tangan.

“Bila perlu ada supervisi dari Polda Jabar atau Mabes Polri. Tapi kami yakin penyidik Polres Bogor akan profesional dalam menanganinya,” tegas Bambang.

Untuk diketahui, Sabar Aman Marpaung, wartawan yang menjadi korban aksi penamparan dan pengeroyokan oleh sejumlah oknum preman dan anggota organisasi kepemudaan salah satu Partai ini mendatangi kantor Polres Bogor. Kedatangan korban bersama tim pengacaranya serta didampingi sejumlah awak media yang bergabung dalam Aliansi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR) guna membuat laporan atas tindak kekerasan yang dialaminya saat menyampaikan orasi pada aksi demo damai di depan kantor DPRD Kabupaten Bogor, Senin (21/6) lalu.

Aksi demo damai yang terjadi pada Senin (21/6) oleh sejumlah organisasi Pers yang bergabung dalam Aliansi Insan Pers Bogor Raya (AIPBR) di lingkungan Pendopo Pemkab Bogor berujung terjadi insiden pengeroyokan oleh sejumlah oknum preman dan anggota organisasi kepemudaan salah satu Partai kepada salah satu wartawan saat menyampaikan orasi.

“Kehadiran para oknum ini sempat dipertanyakan oleh semua awak media. Apa tugas dan fungsi mereka disana, karena sudah ada protap keamanan dari usur TNI- Polri dan Sat Pol PP yang mengawal jalannya aksi,” tandasnya.

Pewarta : Ayub/Makmur
Editor : Idris ElBa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *