HBS Segera Dipulangkan, PTUN Bandung Nyatakan Asimilasi Tidak Sah

oleh
HBS, Habib Bahar Bin Smith

BANDUNG, LENSA JABAR — Ratusan massa menghadiri sidang putusan gugatan asimilasi Habib Bahar Bin Smith bertempat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, Jawa Barat, Senin (12/10).

Dengan Bertakbir, Massa tersebut meluapkan kegembiraannya setelah mengetahui Habib Bahar Bin Smith (HBS) memenangkan gugatan atas Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor.

Massa yang ikut masuk ke ruang sidang, di Pekarangan PTUN kota Bandung langsung memekikkan kegembiraannya dengan bertakbir.

Baca Juga:

PERPAKI Beri Bantuan Pinjaman Modal Kepada Anggotanya

Setelah itu, mereka mengatakan. “Alhamdulillah, kita menang teman-teman,” pekiknya, yang langsung dijawab rekan-rekannya yang ada di luar pekarangan dengan pekikan Allahu Akbar juga.

Setelah memberikan sambutan di pekarangan PTUN Kota Bandung Tim kuasa hukum Habib Bahar Smith (HBS), Ichwan Tuankotta langsung digiring rekan-rekannya untuk naik ke mobil sound system yang parkir di luar gedung.

Setelah itu, Ichwan Tuankotto kembali memberikan penjelasan atas kemenangannya.

Kepada wartawan usai pidato dihadapan massanya Ichwan Tuankotta mengatakan, Alhamdulillah seluruh gugatannya terhadap pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor dikabulkan.

“Alhamdulillah, putusan hakim hari ini memberikan kemenangan kepada kita dengan mengabulkan seluruh gugatan kita dan memerintahkan supaya pihak Bapas untuk mencabut SK pencabutan asimilasinya,” ujarnya.

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum Habib Bahar, Azis Yanuar mengaku bersyukur atas keputusan yang diambil majelis hakim.

“Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahuakbar akhirnya setelah belasan kali sidang, setelah eksepsi tergugat ditolak majelis hakim,” katanya.

“Akhirnya majelis hakim pada intinya, setelah menjabarkan putusan hampir 4 jam memutuskan bahwa pencabutan asimilasi Habib Bahar bin Smith oleh Bapas Bogor (tergugat), dinyatakan tidak sah. Sementara itu, gugatan penggugat atas pencabutan tersebut diterima oleh majelis hakim,” tambahnya.

Ia menuturkan, hak asimilasi Habib Bahar harus dikembalikan secepatnya.

“Sehingga, Habib Bahar harus dikembalikan asimilasinya. Akhirnya pengadilan membuktikan masih ada harapan keadilan ditegakkan seadil-adilnya di negeri ini,” pungkas Azis. (Dedi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *