GPK Sumsel Menyayangkan Pemukulan Oknum Satpam Terhadap Mahasiswa

oleh

PALEMBANG, LENSAJABAR.COM Terkait terjadinya Insiden pemukulan yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum satuan pengamanan (Satpam) Universitas PGRI Palembang, terhadap dua mahasiswa. Sehingga Gerakan Pemuda Kerakyatan (GPK) Sumsel sangat menyangkan peristiwa tersebut dan berakhir ke Jalur Hukum, Senin (14/9/2020) lalu.

Ketua GPK Sumsel, Reza Marliansyah S,Pd mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan terkait adanya pemukulan diduga dilakukan oleh oknum satuan pengamanan (Satpam) kampus yang dialami dua aktivis mahasiswa, pada kamis (10/9/2020) Lalu, ketika mereka melakukan aksi unjuk rasa dengan tuntutan penurunan UKT 50% di Universitas PGRI Palembang.

“Kami dari Gerakan Pemuda Kerakyatan Sumsel, turut prihatin atas terjadinya pemukulan terhadap kawan-kawan mahasiswa, karena perbuatan yang diduga dilakukan Oknum Satpam tersebut sangat tidak terpuji dan kami dari GPK mengeluarkan statement ini, menindaklanjuti terkait insiden yang dialami dua aktivis mahasiswa tersebut,” ujar Reza yang juga salah satu alumni Universitas PGRI Palembang Fakultas FKIP Tahun 2003.

Reza menambahkan, pihaknya berharap kepada Ketua Yayasan Universitas PGRI Palembang, semoga bisa menyelesaikan permasalahan ini sampai tuntas,” jelas Reza saat ditemui di Sekretariat GPK Sumsel, Senin (14/9/2020).

“Karena mahasiswa menuntut hak-hak mereka, mengaspirasikan, sehingga mendapatkan pendidikan yang lebih layak, jangan sampai menimbulkan pemikiran yang negatif terhadap kawan-kawan mahasiswa dari berbagai Universitas Palembang,” tandas Reza.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedatangan korban pemukulan bernama Sutam ke lokasi itu, guna menjumpai rekannya, Andi Leo, yang merupakan koordinator aksi. Memang Sutam tidak termasuk dalam mahasiswa PGRI. Entah, kenapa, tiba-tiba saja, sekitar 10 security langsung mendaratkan pukulannya, tanpa bertanya dulu.

Diketahui, atas sikap arogan dan premanisme security kampus tersebut sehingga membuat saudara Sutam mahasiswa Uin Raden Patah Palembang, mengalami luka lebam di sekujur tubuh. Sedangkan Andi Leo yang mencoba melerai pemukulan, juga menjadi sasaran amukan petugas keamanan ini,” tandasnya. (David).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *